Komputer
atau laptop sekarang sudah bukan barang mewah lagi bagi kita. Mayoritas mahasiswa
memakai perangkat elektronik ini dalam kesehariannya. Lalu, bagaimana kalau komputer
atau laptop kita mengalami kerusakan? Nah, bagi teman-teman yang memiliki
kemampuan memperbaiki komputer atau laptop, baik hardware maupun software, ada
peluang usaha yang cukup menjanjikan nih buat kalian, yaitu membuka jasa
resparasi komputer atau laptop.
Tinggalkan peluang Kerja di BI
Lek Man, Pelopor Kopi Joss
Abon Duri Bandeng
Sukses berbisnis setelah tinggalkan MLM
Demi Loundry, Tinggalkan Peluang Kerja di BI
Sempat mencoba melamar kerja di Bank Indonesia, sampai lolos 4 tahap menyisihkan 8.000 calon pegawai BI...More
Lek Man, Pelopor Kopi Joss
seorang Lek Man harus bolak-balik ke dapur arangnya agar produk minumannya dapat terus dikenal dan dikenang orang...More
Abon Duri Bandeng
Duri bandeng tenyata bisa digunakan untuk menyembuhkan gejala osteoporosis....More
Sukses berbisnis setelah tinggalkan MLM
Keinginan Ibuku agar aku cepat lulus kuliah kemudian melamar kerja. Padahal ...More
Showing posts with label Sosok. Show all posts
Showing posts with label Sosok. Show all posts
1/1/13
Dengan Senang Hati Kerjaku Menjadi Deadline
Sekali dayung dua tiga pulau
terlampaui, mungkin ini ungkapan peribahasa yang cocok untuk Rohmad Rohimuddin,
mahasiswa ilmu komunikasi UIN Sunan
Kalijaga angkatan 2010 yang menggeluti bisnis di sela-sela kuliahnya. Selain menempuh pendidikan di kampus putih, dia juga menempuh dunia
bisnis dengan cara berjualan
makanan di desa asalnya, Muntilan. Saat ini usahanya adalah menitipkan tahu bakso di kantin salah satu universitas di
daerahnya.
Semangat dalam Dunia yang Pekat
Tape
singkong sebuah makanan ringan yang terbuat dari singkong yang difermentasikan.
Kita dapat menjumpai makanan ini di warung-warung kecil, pasar tradisional,
maupun di toko-toko
besar sebagai oleh-oleh khas daerah. Semakin pesatnya perkembangan teknologi
dan dunia yang super modern seperti saat ini mengalahkan produk-produk yang
masih bersifat tradisional. Tape singkong ini contohnya, di pasar-pasar
tradisional makanan ini masih terlihat kurang menarik karena pembungkusnya saja
masih terbuat dari daun pisang.
12/25/12
Raih Sukses Karena Hilangkan Laptop
Bencana membawa
berkah. Begitulah gambaran yang tepat untuk kisah yang dialami dr. Muhammad
Hardhantyo Puspowardoyo. Berawal ketika berada di semester dua, pria yang akrab
dipanggil mas Tyo ini meminjam laptop temannya. Namun naas, kemudian dia malah
menghilangkan laptop baru berumur 1 bulan tersebut. Sungguh suatu situasi yang
sangat dilematis karena harga laptop tersebut mencapai 10 juta rupiah.
Beruntung ada seorang dosen merasa iba dan memberi dia uang Rp. 100.000,-.
Meski nominal yang jauh dari cukup untuk mengganti laptop, namun ini menjadi
pemacu Tyo untuk bangkit mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Gulung Tikar Bangkit Modal
Dunia
bisnis sudah merajalela di Indonesia, namun hanya sedikit yang menggunakan
sistem syariah untuk menjalankan bisnisnya, inilah yang dialami Ahmad salah
satu mahasiswa perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Ahmad mengaku, ia gulung
tikar dari usaha yang ia jalani yakni menjual pulsa berbasis syariah. Ia
menjalankan usahanya ini seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW saat itu.
Pulsa
syariah, iya itu adalah awal dari usaha Ahmad dengan modal jujur ia
memberanikan diri untuk berusaha syariah, untung tidak menjadi target baginya,
namun keikhlasan dan sistem syariah lah yang ia terapkan. Namun usaha itu tidak
lama ia jalani karena ia harus berpindah kota untuk melanjutkan kuliahnya, maka
ia gulung tikar usahanya.
Ahmad
mempunyai jiwa wirausaha sejak kecil hal ini terlihat saat ia gulung tikar saat
usaha pulsa syariahnya, ide-ide untuk berwirausaha ia dapatkan, salah satunya
ia membuka SPBU yaitu Susu Perah Belakang UII. Usaha ini ia tekuni dan sampai
saat ini ia memiliki beberapa outlite. Selain itu Ahmad juga mempunyai usaha
martabak imut, usaha ini ia tidak mengeluarkan modal karena ia mendapatkan
hibah untuk pengusaha muda.
Dengan
penghargaan yang ia dapatkan, modal itu disulap ia menjadi lahan bisnis yaitu
martabak imut. Usaha demi usaha ia jalani dengan tekun, teliti dan ikhlas.
Banyak sekali rintangan dan halangan yang ia hadapi dalam dunia bisnis, namun
motivasi Ahmad adalah berani masuk dunia bisnis, maka harus bisa memegang
komitmen dan berani menanggung resiko. Hal itu yang menjadikan Ahmad sampai
saat ini bisa dikatakan sebagai pengusaha muda yang sukses. Besar harapan Ahmad
kepada teman-teman yang mumpung masih muda, banyak peluang untuk menjadi
pengusaha dan banyak peluang untuk terjun di dunia bisnis, maka gali dan jajahi
dunia bisnis itu jangan takut dengan rugi dan jangan pesimis terlebih dahulu
sebelum mencobanya.
Oleh:
Mertylina Yoga Pradhani
12/4/12
Sarjana Tempe
“Kalau ada yang
bilang, saya ini sarjana tempe, itu memang benar. Biaya kuliah semua berasal
dari hasil jualan tempe. Karena tempelah, gelar sarjana bisa saya raih”.
Begitulah pernyataan
dari Ahmad Faruqi ketika bercerita mengenai kehidupannya. Walaupun sekarang
telah menjadi tenaga pengajar honorer di salah satu sekolah swasta di daerah
tempat tinggalnya, ia tetap menjalankan usaha memproduksi tempe yang mulai ia
rintis ketika ia masih menjadi mahasiswa ini. Faruqi, begitu ia biasa dipanggil,
tidak ingin meninggalkan usaha tempe yang ia anggap telah berjasa bagi
kehidupannya.
11/20/12
Andalkan Pelanggan Diantara Saingan
Sore hari saat orang masih berduyun-duyun, penuh sesak menjejali pasar Beringharjo. Tak
tampak di sana orang yang santai. Semua bekerja. Kemudian kami tertarik dengan
los kecil milik H.M. Agus Sukino menjajakan dagangan kain, batik dan bakal yang
penuh sesak berjajar calon pembeli antre di sana. Lalu sejenak kami teretegun
melihat betapa banyak orang mengantre di sana. Mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak
hingga orang tua siap dengan kuli gendongnya.
Dari Merangkak hingga Berlari
Jika ingin tau tentang makanan
lokal, mampirlah ke Yogyakarta. Itulah adagium yang pernah saya dengar dari
banyak orang. Adagium ini seakan menjadi identitas yang tak terkelupas khususnya
dalam memori dan imajinasi saya.
Sehingga wajar jika kemudian Yogyakarta dikenal sebagai kota kuliner
dengan sejuta masakan khas di dalamnya. Sebab mengagungkan dan melestarikan
masakan khas adalah bagian dari sebuah upaya untuk
Bahagiakan Cucu dengan Berjualan Buah
Bagi
Mbah Minto, hidup itu bukan mengemis iba dari orang lain, tapi terus bekerja
untuk bisa berbagi dengan orang lain.
Di
usianya yang sudah mencapai 86 tahun, mbah Minto setiap hari membawa beban
berupa buah-buahan seberat 15 kilogram. Buah-buahan yang diambilnya dari
pedagang buah di pasar Bringharjo ini
11/13/12
Sungatno, Dunia Maya yang Bikin Kaya
Kurus, bersahaja, dan
gondrong, itulah tampilan khas seorang pemuda berbakat bernama Sungatno.
Pengusaha muda yang sudah sejak lama berkecipung di dunia online ini merupakan
sederet dari orang-orang yang sukses dalam berwirausaha. Setidaknya, gaya,
penampilan, kekhasan berkomunikasi membuat sosok kelahiran Pati 27 Agustus 1986
ini mudah dikenal oleh banyak kalangan.
10/23/12
Demi Loundry, Tinggalkan peluang kerja di BI
“Sempat mencoba melamar kerja di Bank Indonesia, sampai lolos 4 tahap menyisihkan 8.000 calon pegawai BI. Tinggal wawancara di Jakarta dan dengan gaji saat itu fresh graduate 15 juta per bulan. Namun akhirnya lebih memilih tetap berbisnis laundry dan tidak ikut wawancara di Jakarta yang 80% sudah pasti diterima.”
10/16/12
Sukses Berbisnis setelah tinggalkan MLM
“Keinginan Ibuku
agar aku cepat lulus kuliah kemudian melamar kerja. Padahal mencari kerja di
zaman sekarang sulitnya minta ampun. Kalau tidak dari sekarang mulai merintis
usaha, lalu kapan? Aku nggak mau luntang-lantung bawa ijazah”.
Jualan; Menjadi Manusia Menyejarah
Di tengah kesibukan
menjalani aktivitas kuliah dan organisasi, seorang mahasiswa yang belajar di
jurusan Aqidah dan Filsafat, Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran
Islam, Universitas Sunan Kalijaga ( UIN Suka ),
menyempatkan waktunya untuk berjualan es kencur di area kampusnya
setelah seharian keliling dari tempat satu ketempat lainnya. Sebut saja Pablo panggilan akrab dari
mahasiswa yang memiliki nama lengkap Subroto Muttaqin, kelahiran Cilacap, 23 September
1990.
10/9/12
Jadi Wirausahawan itu Menarik dan Bebas
“…Orang tua saya menganggap bisnis itu tidak menjanjikan dibandingkan bekerja di instasi perusahaan/pemerintahan, maka saya akan buktikan kalau wiraswasta itu indah dan menantang dan saya percaya saya akan sukses….”
Pernyataan di atas terucap dari Hesti Septi Sari, dara kelahiran Sragen, 29 September 22 tahun silam. Saat ini Hesti tercatat sebagai mahasiswi Politeknik Telkom Bandung. Hesti adalah
10/1/12
Miftahul Huda; Bertahan Hidup dengan Rumput Laut
Senyum yang rekah tergambar di wajah Miftahul Huda ketika saya menghampirinya pada pukul 13. WIB di kos Opus Jalan
Parangtritis KM 07. Terik matahari yang menyengat tidak membuat dirinya lengah
sedikitpun. Setidaknya aura semangat
yang tinggi seakan membuat saya lebih semangat untuk sekedar sharing tentang pekerjaan yang ia
tekuni.
“Monggo mas”,
tandasnya dengan senyum. Menjadi penjual
rumput laut sudah ia tekuni sejak
tahun 2009. Ia bertahan hidup dengan hasil penjualan rumput laut yang
Subscribe to:
Posts (Atom)



