Showing posts with label Sosok. Show all posts
Showing posts with label Sosok. Show all posts

1/1/13

Ubay; Dapat Untung Tidak Cuma Uang

0 komentar

Komputer atau laptop sekarang sudah bukan barang mewah lagi bagi kita. Mayoritas mahasiswa memakai perangkat elektronik ini dalam kesehariannya. Lalu, bagaimana kalau komputer atau laptop kita mengalami kerusakan? Nah, bagi teman-teman yang memiliki kemampuan memperbaiki komputer atau laptop, baik hardware maupun software, ada peluang usaha yang cukup menjanjikan nih buat kalian, yaitu membuka jasa resparasi komputer atau laptop.
Read more...

Dengan Senang Hati Kerjaku Menjadi Deadline

1 komentar

Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, mungkin ini ungkapan peribahasa yang cocok untuk Rohmad Rohimuddin, mahasiswa ilmu komunikasi UIN Sunan Kalijaga angkatan 2010 yang menggeluti bisnis di sela-sela kuliahnya. Selain menempuh pendidikan di kampus putih, dia juga menempuh dunia bisnis dengan cara berjualan makanan di desa asalnya, Muntilan. Saat ini usahanya adalah menitipkan tahu bakso di kantin salah satu universitas di daerahnya.

Read more...

Semangat dalam Dunia yang Pekat

0 komentar

Tape singkong sebuah makanan ringan yang terbuat dari singkong yang difermentasikan. Kita dapat menjumpai makanan ini di warung-warung kecil, pasar tradisional, maupun di toko-toko besar sebagai oleh-oleh khas daerah. Semakin pesatnya perkembangan teknologi dan dunia yang super modern seperti saat ini mengalahkan produk-produk yang masih bersifat tradisional. Tape singkong ini contohnya, di pasar-pasar tradisional makanan ini masih terlihat kurang menarik karena pembungkusnya saja masih terbuat dari daun pisang.
Read more...

12/25/12

Raih Sukses Karena Hilangkan Laptop

0 komentar

Bencana membawa berkah. Begitulah gambaran yang tepat untuk kisah yang dialami dr. Muhammad Hardhantyo Puspowardoyo. Berawal ketika berada di semester dua, pria yang akrab dipanggil mas Tyo ini meminjam laptop temannya. Namun naas, kemudian dia malah menghilangkan laptop baru berumur 1 bulan tersebut. Sungguh suatu situasi yang sangat dilematis karena harga laptop tersebut mencapai 10 juta rupiah. Beruntung ada seorang dosen merasa iba dan memberi dia uang Rp. 100.000,-. Meski nominal yang jauh dari cukup untuk mengganti laptop, namun ini menjadi pemacu Tyo untuk bangkit mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Read more...

Gulung Tikar Bangkit Modal

0 komentar

Dunia bisnis sudah merajalela di Indonesia, namun hanya sedikit yang menggunakan sistem syariah untuk menjalankan bisnisnya, inilah yang dialami Ahmad salah satu mahasiswa perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Ahmad mengaku, ia gulung tikar dari usaha yang ia jalani yakni menjual pulsa berbasis syariah. Ia menjalankan usahanya ini seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW saat itu.
Pulsa syariah, iya itu adalah awal dari usaha Ahmad dengan modal jujur ia memberanikan diri untuk berusaha syariah, untung tidak menjadi target baginya, namun keikhlasan dan sistem syariah lah yang ia terapkan. Namun usaha itu tidak lama ia jalani karena ia harus berpindah kota untuk melanjutkan kuliahnya, maka ia gulung tikar usahanya.
Ahmad mempunyai jiwa wirausaha sejak kecil hal ini terlihat saat ia gulung tikar saat usaha pulsa syariahnya, ide-ide untuk berwirausaha ia dapatkan, salah satunya ia membuka SPBU yaitu Susu Perah Belakang UII. Usaha ini ia tekuni dan sampai saat ini ia memiliki beberapa outlite. Selain itu Ahmad juga mempunyai usaha martabak imut, usaha ini ia tidak mengeluarkan modal karena ia mendapatkan hibah untuk pengusaha muda.
Dengan penghargaan yang ia dapatkan, modal itu disulap ia menjadi lahan bisnis yaitu martabak imut. Usaha demi usaha ia jalani dengan tekun, teliti dan ikhlas. Banyak sekali rintangan dan halangan yang ia hadapi dalam dunia bisnis, namun motivasi Ahmad adalah berani masuk dunia bisnis, maka harus bisa memegang komitmen dan berani menanggung resiko. Hal itu yang menjadikan Ahmad sampai saat ini bisa dikatakan sebagai pengusaha muda yang sukses. Besar harapan Ahmad kepada teman-teman yang mumpung masih muda, banyak peluang untuk menjadi pengusaha dan banyak peluang untuk terjun di dunia bisnis, maka gali dan jajahi dunia bisnis itu jangan takut dengan rugi dan jangan pesimis terlebih dahulu sebelum mencobanya.

Oleh: Mertylina Yoga Pradhani
Read more...

12/4/12

Sarjana Tempe

0 komentar
“Kalau ada yang bilang, saya ini sarjana tempe, itu memang benar. Biaya kuliah semua berasal dari hasil jualan tempe. Karena tempelah, gelar sarjana bisa saya raih”.
Begitulah pernyataan dari Ahmad Faruqi ketika bercerita mengenai kehidupannya. Walaupun sekarang telah menjadi tenaga pengajar honorer di salah satu sekolah swasta di daerah tempat tinggalnya, ia tetap menjalankan usaha memproduksi tempe yang mulai ia rintis ketika ia masih menjadi mahasiswa ini. Faruqi, begitu ia biasa dipanggil, tidak ingin meninggalkan usaha tempe yang ia anggap telah berjasa bagi kehidupannya.
Read more...

11/20/12

Andalkan Pelanggan Diantara Saingan

0 komentar

Sore hari saat orang  masih berduyun-duyun,  penuh sesak menjejali pasar Beringharjo. Tak tampak di sana orang yang santai. Semua bekerja. Kemudian kami tertarik dengan los kecil milik H.M. Agus Sukino menjajakan dagangan kain, batik dan bakal yang penuh sesak berjajar calon pembeli antre di sana. Lalu sejenak kami teretegun melihat betapa banyak orang mengantre di sana. Mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak hingga orang tua siap dengan kuli gendongnya.
Read more...

Dari Merangkak hingga Berlari

0 komentar

Jika ingin tau tentang makanan lokal, mampirlah ke Yogyakarta. Itulah adagium yang pernah saya dengar dari banyak orang. Adagium ini seakan menjadi identitas yang tak terkelupas khususnya dalam memori dan imajinasi saya.  Sehingga wajar jika kemudian Yogyakarta dikenal sebagai kota kuliner dengan sejuta masakan khas di dalamnya. Sebab mengagungkan dan melestarikan masakan khas adalah bagian dari sebuah upaya untuk
Read more...

Bahagiakan Cucu dengan Berjualan Buah

0 komentar
Bagi Mbah Minto, hidup itu bukan mengemis iba dari orang lain, tapi terus bekerja untuk bisa berbagi dengan orang lain

Di usianya yang sudah mencapai 86 tahun, mbah Minto setiap hari membawa beban berupa buah-buahan seberat 15 kilogram. Buah-buahan yang diambilnya dari pedagang buah di pasar Bringharjo ini
Read more...

11/13/12

Sungatno, Dunia Maya yang Bikin Kaya

0 komentar

Kurus, bersahaja, dan gondrong, itulah tampilan khas seorang pemuda berbakat bernama Sungatno. Pengusaha muda yang sudah sejak lama berkecipung di dunia online ini merupakan sederet dari orang-orang yang sukses dalam berwirausaha. Setidaknya, gaya, penampilan, kekhasan berkomunikasi membuat sosok kelahiran Pati 27 Agustus 1986 ini mudah dikenal oleh banyak kalangan.
Read more...

10/23/12

Demi Loundry, Tinggalkan peluang kerja di BI

0 komentar
“Sempat mencoba melamar kerja di Bank Indonesia, sampai lolos 4 tahap menyisihkan 8.000 calon pegawai BI. Tinggal wawancara di Jakarta dan dengan gaji saat itu fresh graduate 15 juta per bulan. Namun akhirnya lebih memilih tetap berbisnis laundry dan tidak ikut wawancara di Jakarta yang 80% sudah pasti diterima.”
Read more...

10/16/12

Sukses Berbisnis setelah tinggalkan MLM

0 komentar

“Keinginan Ibuku agar aku cepat lulus kuliah kemudian melamar kerja. Padahal mencari kerja di zaman sekarang sulitnya minta ampun. Kalau tidak dari sekarang mulai merintis usaha, lalu kapan? Aku nggak mau luntang-lantung bawa ijazah”.


Read more...

Jualan; Menjadi Manusia Menyejarah

0 komentar

Di tengah kesibukan menjalani aktivitas kuliah dan organisasi, seorang mahasiswa yang belajar di jurusan Aqidah dan Filsafat, Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam, Universitas Sunan Kalijaga ( UIN Suka ),  menyempatkan waktunya untuk berjualan es kencur di area kampusnya setelah seharian keliling dari tempat satu ketempat lainnya.  Sebut saja Pablo panggilan akrab dari mahasiswa yang memiliki nama lengkap Subroto Muttaqin, kelahiran Cilacap, 23 September 1990.
Read more...

10/9/12

Jadi Wirausahawan itu Menarik dan Bebas

0 komentar


“…Orang tua saya menganggap bisnis itu tidak menjanjikan dibandingkan bekerja di instasi perusahaan/pemerintahan, maka saya akan buktikan kalau wiraswasta itu indah dan menantang  dan saya percaya saya akan sukses….”


Pernyataan di atas terucap dari Hesti Septi Sari, dara kelahiran Sragen, 29 September 22 tahun silam. Saat ini Hesti tercatat sebagai mahasiswi Politeknik Telkom Bandung. Hesti adalah

Read more...

10/1/12

Miftahul Huda; Bertahan Hidup dengan Rumput Laut

2 komentar




Senyum yang rekah tergambar di wajah Miftahul Huda ketika  saya menghampirinya  pada pukul 13. WIB di kos Opus Jalan Parangtritis KM 07. Terik matahari yang menyengat tidak membuat dirinya lengah sedikitpun.  Setidaknya aura semangat yang tinggi seakan membuat saya lebih semangat untuk sekedar sharing tentang pekerjaan yang ia tekuni.

“Monggo mas”, tandasnya dengan senyum. Menjadi penjual  rumput laut  sudah ia tekuni sejak tahun 2009. Ia bertahan hidup dengan hasil penjualan rumput laut yang
Read more...