Bu
Eny memulai usahanya ketika umurnya sudah tak muda lagi, yakni ketika ia telah
berusia lebih dari setengah abad. Wanita ini memulai usahanya ketika ia ditinggalkan
oleh suaminya menghadap Sang Pencipta. Meskipun memiliki enam orang anak,
beliau tetap ingin mandiri dan tidak bergantung kepada anak-anaknya, walaupun
usianya menjelang senja. Maka mulailah Bu Eny mendirikan warung sebagai usahanya.
Tinggalkan peluang Kerja di BI
Lek Man, Pelopor Kopi Joss
Abon Duri Bandeng
Sukses berbisnis setelah tinggalkan MLM
Demi Loundry, Tinggalkan Peluang Kerja di BI
Sempat mencoba melamar kerja di Bank Indonesia, sampai lolos 4 tahap menyisihkan 8.000 calon pegawai BI...More
Lek Man, Pelopor Kopi Joss
seorang Lek Man harus bolak-balik ke dapur arangnya agar produk minumannya dapat terus dikenal dan dikenang orang...More
Abon Duri Bandeng
Duri bandeng tenyata bisa digunakan untuk menyembuhkan gejala osteoporosis....More
Sukses berbisnis setelah tinggalkan MLM
Keinginan Ibuku agar aku cepat lulus kuliah kemudian melamar kerja. Padahal ...More
11/13/12
Sukses atau Tidak Tergantung pada Diri Sendiri
Ahmad
Faris, mahasiswa
UII Yogyakarta ini
sudah hampir 2 tahun menggeluti dunia bisnis. Awalnya ia pesimis dengan dunia bisnis, namun karena niat dan
kemauan yang tinggi ia mampu menciptakan lahan
usaha yang ia beri
nama Rumah Susu.
Rumah Susu
terlahir dari
motivasi Faris yang ingin menolong diri sendiri dan orang lain.
Melalui usahanya ini, ia mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya
sendiri dan orang lain.
Kelana Usaha Hasilkan 4 juta Rupiah Per Hari
Kelana Muda, ini bukanlah nama agen
wisata ataupun travel seperti yang anda kira namun ialah nama sebuah warung
bakso. Kok bisa? Hal ini tidak terlepas dari perjalanan hidup pendirinya yakni Sugeng
Handoyo. Sejak usianya masih terbilang cukup muda, ia telah berkelana dari
Wonosari, Yogyakarta, dan akhirnya menetap di Wates. Berasal dari perjalanan
hidupnya yang berusaha mencari kemapanan dari satu tempat ke tempat lainnya
inilah, nama Kelana Muda muncul.
Sungatno, Dunia Maya yang Bikin Kaya
Kurus, bersahaja, dan
gondrong, itulah tampilan khas seorang pemuda berbakat bernama Sungatno.
Pengusaha muda yang sudah sejak lama berkecipung di dunia online ini merupakan
sederet dari orang-orang yang sukses dalam berwirausaha. Setidaknya, gaya,
penampilan, kekhasan berkomunikasi membuat sosok kelahiran Pati 27 Agustus 1986
ini mudah dikenal oleh banyak kalangan.
Kecelakaan Lahirkan Sebuah Nama "Es Teller Gorrilaz"
Persaingan berwirausaha di
bidang kuliner semakin pesat namun kenyataan ini tidak memundurkan niat Aris
untuk berbisnis di bidang kuliner terutama minuman. Awalnya dia membuka usaha
minuman jus di KOPMA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Usahanya disana berjalan
lancar hingga bencana gempa bumi tahun
2006 terjadi dan merusak sebagian bangunan yang ada di KOPMA UIN SUKA itu.
Kerja Keras dan Supel, Modal Berwirausaha
Belajar menjadi wirausaha tidak
segampang seperti membalikkan sebuah tangan. Perlu kerja keras, tekun,
disiplin, dan harus pandai-pandai bicara agar orang lain simpati terhadap
pelayanan yang kita berikan. Kegagalan sudah menjadi hal yang biasa untuk
mencapai kesuksesan. Bahkan kegagalan sendiri menjadi sebuah motivasi. Dalam al-qur’an
sendiri sudah diterangkan bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Tidak
selamanya dalam memulai usaha mengalami kegagalan terus menerus dan juga tidak
juga berjalan mulus pasti ada pasang surutnya.
Nurmasitoh, sosok yang satu ini
memang mempunyai jiwa wirausaha yang tinggi. Nurma panggilan akrabnya telah
memulai usaha di bidang jasa rental computer
kurang lebih 6 tahun dan jasa fotocopy hampir 2 tahun. Pemikirannya sangat
luas, disiplin dalam menjalankan usaha dan juga supel dalam menjalin
kekerabatan bersama orang lain bahkan sekarang ini yang menjadi pelanggannya
banyak dan puas terhadap pelayanannya.
Menggeluti usaha bersama suami
membuat dirinya nyaman dalam mengembangkan bisnisnya. “Rencananya saya pengen menambah 1 mesin photocopy lagi
dan mendirikan grosir di lantai atas, tapi nunggu rumahnya di bangun lagi,”
ungkap perempuan berumur 30 tahun ini. Sebelumnya sang suami yang bernama
Nanang bekerja di Korea sebelum menikah dengan Nurma. Dan sekarang karena sudah
dikaruniai 1 orang putri yang baru berumur 2 tahun, Nanang enggan balik ke luar
negeri karena lebih menikmati usaha bersama sang istri sekaligus bisa merawat
sang buah hati.
Kita patut mencontoh kerja
keras mereka. Orang yang disiplin dan tekun pasti akan memetik hasil yang sudah
mereka perjuangkan. Sosok yang mandiri dan ulet juga merupakan kunci
kesuksesan. Mahasiswa yang berwirausaha sendiri merupakan hal yang luar biasa.
Di karenakan mencari pekerjaan sekarang ini bukanlah hal yang mudah. bagi
orang-orang tua yang anaknya mengenyam di dunia pendidikan pastilah sangat
mendambakan bila anaknya kelak menjadi PNS (pegawai negeri sipil).
Tapi alangkah lebih bangga jika
kita mau usaha sendiri tanpa ada ikatan dari manapun jua. Dan juga mampu
memberikan lowongan pekerjaan bagi mereka yang tidak punya pekerjaan atau
sekedar pengangguran di rumah. Wirausaha tidak semua bermodalkan dengan uang,
yang penting bagaimana ide kita mau menjadi sosok yang kreatif.[]
Reporter
: Devi Nurlaila
Subscribe to:
Posts (Atom)