Showing posts with label | Devi Nurlaila. Show all posts
Showing posts with label | Devi Nurlaila. Show all posts

1/1/13

Narti’s Silver “Shining Your Beauty”

1 komentar
Kerajinan perak merupakan kerajinan asli Yogyakarta tepatnya di daerah Kota Gede. Di daerah tersebut sudah termasyur akan kerajinan perak elok nan indah, dan tak asing lagi bagi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara. Salah satu kerajinan perak yang ada ialah Narti’s Silver yang pertama kali didirikan pada tahun 1975 oleh seorang guru SMA Muhammadiyah yang bernama lengkap Sunarti Sunarno.
Read more...

11/20/12

P W Production :Simple, Trendi, Murah (STM)

4 komentar
Jogja merupakan surganya para pelancong, jika anda berkunjung ke kota gudeg ini sayang sekali jika tak membawa buah tangan bagi saudara atau kerabat. Atau mungkin anda penyuka tas, tas yang simple, trendi sekaligus murah tak menguras dompet. P W production merupakan pilihan yang tepat. Jika anda berjalan di sepanjang kawasan malioboro anda akan menemukan tas tersebut.
Read more...

11/13/12

Kerja Keras dan Supel, Modal Berwirausaha

0 komentar

Belajar menjadi wirausaha tidak segampang seperti membalikkan sebuah tangan. Perlu kerja keras, tekun, disiplin, dan harus pandai-pandai bicara agar orang lain simpati terhadap pelayanan yang kita berikan. Kegagalan sudah menjadi hal yang biasa untuk mencapai kesuksesan. Bahkan kegagalan sendiri menjadi sebuah motivasi. Dalam al-qur’an sendiri sudah diterangkan bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Tidak selamanya dalam memulai usaha mengalami kegagalan terus menerus dan juga tidak juga berjalan mulus pasti ada pasang surutnya.

Nurmasitoh, sosok yang satu ini memang mempunyai jiwa wirausaha yang tinggi. Nurma panggilan akrabnya telah memulai usaha di bidang jasa rental computer kurang lebih 6 tahun dan jasa fotocopy hampir 2 tahun. Pemikirannya sangat luas, disiplin dalam menjalankan usaha dan juga supel dalam menjalin kekerabatan bersama orang lain bahkan sekarang ini yang menjadi pelanggannya banyak dan puas terhadap pelayanannya.

Menggeluti usaha bersama suami membuat dirinya nyaman dalam mengembangkan bisnisnya. “Rencananya  saya pengen menambah 1 mesin photocopy lagi dan mendirikan grosir di lantai atas, tapi nunggu rumahnya di bangun lagi,” ungkap perempuan berumur 30 tahun ini. Sebelumnya sang suami yang bernama Nanang bekerja di Korea sebelum menikah dengan Nurma. Dan sekarang karena sudah dikaruniai 1 orang putri yang baru berumur 2 tahun, Nanang enggan balik ke luar negeri karena lebih menikmati usaha bersama sang istri sekaligus bisa merawat sang buah hati.

Kita patut mencontoh kerja keras mereka. Orang yang disiplin dan tekun pasti akan memetik hasil yang sudah mereka perjuangkan. Sosok yang mandiri dan ulet juga merupakan kunci kesuksesan. Mahasiswa yang berwirausaha sendiri merupakan hal yang luar biasa. Di karenakan mencari pekerjaan sekarang ini bukanlah hal yang mudah. bagi orang-orang tua yang anaknya mengenyam di dunia pendidikan pastilah sangat mendambakan bila anaknya kelak menjadi PNS (pegawai negeri sipil).

Tapi alangkah lebih bangga jika kita mau usaha sendiri tanpa ada ikatan dari manapun jua. Dan juga mampu memberikan lowongan pekerjaan bagi mereka yang tidak punya pekerjaan atau sekedar pengangguran di rumah. Wirausaha tidak semua bermodalkan dengan uang, yang penting bagaimana ide kita mau menjadi sosok yang kreatif.[]

Reporter : Devi Nurlaila
Read more...

10/23/12

Kuncinya Disiplin

0 komentar
             Merintis usaha memang bukanlah hal yang mudah, butuh ketelatenan dan kesabaran. Menjadi seorang yang berjiwa entrepreneur harus siap dengan persaingan. Maka perlu adanya jiwa yang kreatif dan inovatif. Menjadi lulusan sarjana tak menjamin dirinya akan bergelar menjadi seorang PNS ataupun bekerja sesuai bidangnya. Sekarang ini orang lebih suka merintis usaha sendiri karena lebih nyaman dan santai. Yang perlu diperhatikan berwirausaha terkadang pun harus melihat kondisi dan budget atau dana yang dimiliki, itu merupakan suka duka menjadi wirausahawan yang berbeda dengan seorang pegawai yang tinggal duduk terima jadi.
            Toko Hoki yang awalnya berdiri di jalan Kaliurang 14 km di daerah Perum Pamungkas dulu juga mengalami pasang surut. Bermodalkan uang yang tak terlalu banyak, bahkan modal dari pinjaman utang, dan tekad yang bulat berdirilah toko ini. Selain toko Hoki, Mbak Nurma, pemilik toko ini, juga mendirikan rental computer, disamping itu juga ada toko baby toys, peralatan untuk keperluan sehari-hari, dll.
            Mbak Nurma sebenarnya basicnya adalah lulusan dari Ilmu Pemerintahan, tapi karena dia tidak diterima ketika mendaftar menjadi CPNS, ia pun banting stir untuk menjadi wirausahawan. Merasa kecewa karena tidak diterima menjadi PNS, dia menghibur diri dengan tinggal di tempat saudara. Siapa tahu bisa memberikan keberuntungn atau bisa mendapatkan pekerjaan. Tapi setelah lama ditunggu-tunggu hasilnya tetap nihil, ia tak jua mendapatkan pekerjaan. Setelah berdiskusi dengan saudaranya, akhirnya dia bertekad berwirausaha sendiri dan akhirnya lambat laun usaha tersebut akhirnya ramai.
            Tahun 2010, ketika terjadi bencana Merapi mengakibatkan tempat usahanya berantakan. Maka dia pun pindah ke rumah barunya di jl. Candi Sambisari, Kalasan, Sleman bersama sang suami. Enam bulan pertama dia mengalami sedikit kekecewaan karena usaha di tempat barunya belum memberi perubahan yang berarti yang tidak seperti di tempat usahanya terdahulu di jalan Kaliurang.
Saat itu dia juga masih merintis rental computer, baby toys, pakaian bayi dan juga toko sembako. “Tapi namanya juga memulai dari nol lagi, kudu sabar. . .” ungkap mbak Nurma. Tapi tiada disangka setelah membeli alat photocopy dan juga peralatan alat tulis memang benar-benar bikin hoki. Setiap hari tak pernah sepi orang yang berdatangan. “Rencana sih pengen nambah 1 photocopy lagi biar ada tambahan lebih. . .”tambahnya di sela-sela waktunya. Usahanya biasa buka pukul 06.00 sampai 21.00 malam. Tapi terkadang sampai pernah semalaman gak tidur karena ada pekerjaan photocopy yang harus dikerjakan kilat. “Sering ada photocopy kilat harus jadi besok pagi gitu, ini biasanya dari CEO”, ungkapnya. Untuk pendapatan, ia menuturkan, “Alhamdulillah terkadang dapat 1 sampai 2 jutaan, kalau hari biasa ya lumayanlah. Terus kalau beli kertas saya bisa 2 sampai 3 kali dalam seminggu, sekali beli saya biasa habis kurang lebih 1 jutaan”.
            Menjadi seorang wirausahawan yang berdiri sendiri memang cukup sulit, apalagi mencari pelanggan yang notabene persaingan pun dimana-mana. Di butuhkan pelayanan yang ramah dan maksimal. “Usaha apapun itu kuncinya satu, yaitu disiplin”, ujarnya berpesan.


Oleh: Devi Nur Laila

Read more...

10/16/12

Bisnis Nasi Kucing Beromset 9 Juta Sebulan

2 komentar
Saat ini banyak aneka jenis makanan merajalela di pinggiran jalan termasuk nasi kucing yang sangat menggoda selera. Salah satunya di daerah depan terminal Karanggede, tepatnya di Jalan Prawiro Digdoyo no 10 Karanggede, Boyolali terdapat warung sega kucing "Pak Ratno" atau yang lebih dikenal dengan nasi kucingan. Warung yang berada di depan terminal ini, telah  berdiri sejak tahun 2006 silam.


Read more...

10/9/12

Mbah Google Guru Bisnis Dunia Maya

0 komentar
Bisnis memang mengasyikkan bagi sebagian kalangan anak muda yang mempunyai kreatifitas dan punya pandangan luas. Apalagi bisnis yang bisa dilakukan di rumah, menyenangkan bukan? Jika anda sering berkutat dengan dunia maya, kenapa tidak mencoba berbisnis. Anda bisa dapat teman, pengalaman sekaligus uang. Tak sedikit orang yang sudah melakoni bisnis ini, seperti yang kita lihat banyak bisnis-bisnis online seperti MLM dan Blog yang semakin meluas. Tak sedikit orang-orang yang melakoni bisnis ini dan hasilnya pun tak mengecewakan.
Read more...

10/1/12

Es Lampu Merah

0 komentar

Mungkin dawet tidak asing di telinga masyarakat Jawa dan sekitarnya. Siapa yang tak kenal dengan minuman yang satu ini. Minuman yang dibuat dari cendol, santan, gula aren, dan daun suji ini lebih dikenal masyarakat sebagai minuman asli Banjarnegara yang biasa disebut
Read more...