Menggadaikan sertifikat sawahpun dilakukan oleh kakak beradik, Doto
dan Wito untuk membangun sebuah peternakan ayam. Berawal dari
kegalauan mereka sepulang dari tanah rantau, akhirnya mereka
memutuskan untuk mencoba peruntungan sebagai peternak ayam potong
(broiler) di tanah kelahirannya, Sragen, Jawa Tengah.
Tinggalkan peluang Kerja di BI
Lek Man, Pelopor Kopi Joss
Abon Duri Bandeng
Sukses berbisnis setelah tinggalkan MLM
Demi Loundry, Tinggalkan Peluang Kerja di BI
Sempat mencoba melamar kerja di Bank Indonesia, sampai lolos 4 tahap menyisihkan 8.000 calon pegawai BI...More
Lek Man, Pelopor Kopi Joss
seorang Lek Man harus bolak-balik ke dapur arangnya agar produk minumannya dapat terus dikenal dan dikenang orang...More
Abon Duri Bandeng
Duri bandeng tenyata bisa digunakan untuk menyembuhkan gejala osteoporosis....More
Sukses berbisnis setelah tinggalkan MLM
Keinginan Ibuku agar aku cepat lulus kuliah kemudian melamar kerja. Padahal ...More
Showing posts with label | Johan Saputro. Show all posts
Showing posts with label | Johan Saputro. Show all posts
1/8/13
1/1/13
Persaingan Sengit, Edho Tinggalkan Pekerjaan Utama
Demi membangun sebuah warung internet
(warnet) yang berdaya saing di tengah semakin maraknya layanan penyedia jasa
wifi gratis di ruang public juga persaingan di bisnis ini, Edho rela keluar
dari pekerjaannya sebagai staff administrasi di perguruan tinggi swasta di
Jakarta.
12/25/12
Es Siwalan, Primadona di Kantin Terpadu UIN Yogyakarta
11 Desember 2012, suasana cukup lengang, tidak seperti biasanya terjadi di kantin terpadu Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Cuaca yang cukup mendung mungkin menjadi salah satu penyebab kelengangan yang terjadi.
“Iya mas,
musim hujan begini sedikit banyak berpengaruh terhadap penjualan”, ungkap
Pramono. Pramono adalah penjual aneka minuman, mulai dari kopi, susu, es buah
dan es siwalan. Pramono menjalani usaha di kantin terpadu UIN Sunan Kalijaga
sejak bulan September yang lalu. Ia merupakan alumni dari fakultas Tarbiyah UIN
Sunan Kalijaga.
Pramono
menjalani usaha berjualan es ini dengan santai. Ia mengaku tidak malu berjualan
es meskipun menyandang gelar sebagai sarjana. Baginya, tidak ada yang rendah
dari segala jenis pekerjaan. “Selama usaha yang dijalankan halal, tak ada yang
memalukan”, lanjutnya, “Yang memalukan itu ialah menjadi pengangguran
terdidik”, demikian ungkap pemuda asal kabupaten Klaten ini.
Yang menjadi
primadona dalam usaha dagangnya ini adalah es siwalan. Rasanya yang khas dan
menyegarkan membuat para penikmat es merasa kecanduan untuk meminum es siwalan
ini. Dengan harga yang tergolong murah, hanya dua ribu rupiah per gelas. Nyaris
setiap hari stock dagangan untuk es siwalan selalu habis.
Pria berambut
gondrong ini menceritakan bahwa yang namanya usaha dagang tentunya pendapatan
yang ia terima tidaklah tetap, tidak seperti pegawai negeri yang setiap
bulannya menerima gaji tetap. “Tafsiran saya, kira-kira sehari dapat laba lima puluhan ribu mas”,
ungkapnya dengan ramah. “Cukuplah mas kalau sekedar buat mencukupi hidup”,
ungkapnya dengan senyum ramah. “Untuk tambah-tambah pemsukan, saya juga bisnis
buku on line mas, rata-rata sebulan bisa laku 5-10 buku”, tuturnya.
Menurut
Pramono, di musim penghujan seperti sekarang ini, sedikit banyak berpengaruh
terhadap omset penjualan. Cuaca yang yang tak menentu, membuat orang berpikir
ulang untuk membeli es. “Iya mas, musim hujan begini sedikit banyak berpengaruh
terhadap penjualan”, ungkapnya. “Mungkin karena takut jatuh sakit, takut pilek
gitu kali ya mas”,tuturnya dengan ramah.
Oleh : Johan Saputro
ilustrasi : herdinbisnis.com
ilustrasi : herdinbisnis.com
Subscribe to:
Posts (Atom)